CIPTA KONDISI

IMG 20250913 WA0037 1

Sudah hampir menginjak pengwaktu pagi, saya baru datang menjalankan aktivitas jaga malam sebab harus menghadiri dahulu musyawarah persetujuan pengelolaan suatu embung (kolam buatan) kepada “Investor”.

Saya kira musyawarah itu akan diadain dulu upaya pertimbangan-pertimbangan, ternyata musyawarah itu seperti biasa dilakukan. Meminta hadirin mau menyetujui akan upaya yang dilakukan salah satu sesepuh itu.

Dalam hatiku menolak, saya tak setuju pokonya.

Kalau gini caranya, saya kabur saja.

Dan ternyata salah seorang dari pemuda dari luar melambaikan tangan ke saya. Ah saya tak berfikir panjang, saya langsung minggat dari musyawarah itu karena dia meminta bantuan saya nganterin motor. Terus pemuda itu bertanya, bagaimana.

Seperti biasa, harus setuju sama pendapatnya.

Sudahlah…

Biarin saja.

Daftar hadir yang dibuat, kiranya sebuah alat pernyataan persetujuan dari semua masyarakat mengenai proyek yang dia kemas sebagai bahan negosiasi pembebasan lahan perkebunan.

Semoga aja gagal.

Kalau sampai itu terjadi, maka saya memilih mundur saja dari aktivitas kepemerintahan desa. Buat apa lagi.

Ngomongnya buat generasi muda, tapi setiap kali ada hal yang menyangkut pengelolaan saya tak pernah dilibatkan.

Saya berfikir, nanti kan repot jadinya kalau hal itu tak pernah nanya saya.

Saya kan nantinya ngegantiin mereka, yah tanya dulu saya.

Saya tak berhenti berkata, tong jadi, tong jadi.

Pada saat itu, teman kencan jagaku sudah ada di sana, namun ada yang belum terlihat.

Beliau adalah Jasprem. Rupanya, diselang jaga. []


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *