Entah ke mana alif yang dulu pernah mengakar menumbuhkan batang, dahan, daun, bunga, buah ranum dan matang?.
Entah ke mana alif yang dulu pernah menjelma pohon rindang tempat berteduh para pejalan tempat mata air tertimbun di kedalaman?.
Entah ke mana alif yang dulu pernah menjelma sungai yang mengalirkan air ke ladang-ladang, yang menghilangkan dahaga bagi orang-orang?.
Entah ke mana alif yang dulu pernah menjelma angin yang menyejukkan, pernah menjelma embun yang setia mendekap rumputan jauh sebelum pagi datang menjelang?.
Alif yang kini ada hanyalah omong-kosong, hanyalah wacana, hanyalah gagasan yang tak matang dan tak menyentuh kehidupan.
Bahkan, alif yang kini ada telah berubah menjelma dendam, menjelma moncong senapan, menjelma tajam pisau, tajam pedang, tajam celurit, dan tajam parang untuk membantai dan menghabisi manusia yang lain. [2025]








