Metodologi pengajaran seni musik di Sekolah Tinggi Musik (Musikhochschule) di Jerman sangat mengapresiasi teknik solfeggio (sering disebut Gehörbildung atau Aural Training) sebagai dasar atau fondasi utama kecerdasan musikal.
Aspek-aspek utama dari metodologi tersebut adalah:
1. Integrasi “Inner Hearing” (Pendengaran Batin)
Fokus utama solfeggio di Jerman adalah membangun kemampuan siswa untuk mendengar musik secara internal sebelum memainkannya.
Kaitan Teori dan Praktik:
Solfeggio tidak diajarkan sebagai subjek terpisah yang kering, melainkan menyatu dengan teori musik dan analisis harmonik.
*Visualisasi Nada:* Penggunaan suku kata vokal (seperti do-re-mi) membantu merepresentasikan hubungan nada dalam tangga nada, memperkuat memori musikal.
2. Metodologi yang Beragam dan Adaptif
Meskipun memiliki standar akademik yang ketat, institusi di Jerman mengadopsi berbagai pendekatan pedagogis dunia yang telah disesuaikan:
Metode Orff-Schulwerk:
Berasal dari Jerman, metode ini sering diintegrasikan untuk melatih ritme dan gerakan sebagai bagian dari solfeggio.
Pendekatan Kodály & Dalcroze:
Teknik seperti tanda tangan (hand signs) dari Kodály dan eurhythmics (gerakan tubuh) dari Dalcroze digunakan untuk membantu internalisasi elemen musik.
*Fokus pada Repertoar Klasik & Modern:* Pendidikan di sana sering menekankan pada pembacaan skor notasi (sight-singing) yang presisi dan dikte musik polifonik.
3. Struktur Akademik dan Spesialisasi
Di Sekolah Tinggi Musik seperti di Musikhochschule Lübeck atau HfM Detmold, solfeggio merupakan matakuliah wajib dengan standar tinggi:
*Ujian Masuk yang Ketat:* Calon mahasiswa harus melewati tes Aural Training yang mencakup dikte monofonik, polifonik, dan pengenalan interval.
*Pembelajaran Kelompok Kecil:* Metodologi ini diterapkan dalam kelompok kecil untuk memastikan setiap individu mendapatkan umpan balik langsung, yang terbukti meningkatkan kepercayaan diri di panggung.
*Teknologi Musik:* Penggunaan teknologi digital modern kini mulai diintegrasikan untuk membantu memori ritme dan dikte nada.
Secara keseluruhan, metodologi di Sekolah Tinggi Musik di Jerman memandang solfeggio bukan sekadar latihan vokal, melainkan bahasa komunikasi musikal yang menghubungkan telinga, otak, dan instrumen.
Hal proses belajar mengajar ini adalah mempersiapkan diri untuk ujian masuk atau mencari hal referensi kurikulum khusus dari salah satu Musikhochschule di Jerman.
Cukup Sekian Terimakasih
Salam Sehat Bahagia senang Gembira
Bandung,29 Januari2026








