“PERAN MUSIK DAN LIRIK DALAM EDUKASI PENDIDIKAN TERAPI SENI BUNYI”

musk

Dalam edukasi pendidikan dan terapi seni bunyi, musik dan lirik berperan penting dalam memfasilitasi ekspresi emosi, meningkatkan kesehatan mental, dan merangsang perkembangan kognitif serta sosial.

Musik dapat memengaruhi suasana hati (mood), sementara peran lirik menyediakan sarana untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan secara verbal.

Jadi Kombinasi keduanya memberikan dampak holistik, bisa membantu individu mengeksplorasi diri dan mengatasi tantangan emosional serta komunikasi.

1). Musik dalam edukasi dan terapi seni bunyi

Pengembangan emosi dan kognitif, dalam proses mendengarkan atau memainkan musik dapat menstimulasi otak, yang bisa mempengaruhi suasana hati dan memicu pelepasan hormon seperti dopamin, yang dapat meningkatkan perasaan bahagia, tenang, damai dan gembira.

Fasilitator komunikasi dalam Musik dapat menjadi sarana komunikasi non-verbal yang kuat, membantu individu (terutama anak-anak) untuk berekspresi, berinteraksi sosial, dan juga membangun hubungan sosial yang selaras dengan orang lain.

Peningkatan kreativitas dan keterampilan dalam Kegiatan seni musik, termasuk permainan Metrik, Ritme, Interval, Melodi, dan harmoni, dapat memacu merangsang daya kreativitas dan keterampilan motorik halus, seperti mengikuti irama, birama, dan membuat susunan gerakan yang teratur.

Di samping itu musik mampu meredakan stres, terapi musik dapat menjadi cara untuk mengurangi stres dan kecemasan, membantu individu menenangkan pikiran dan mengatasi masalah emosional.

2). Lirik dalam edukasi dan terapi seni bunyi

Lirik adalah suatu sarana ekspresi, Lirik mampu memberikan “kata” bagi ekspresi emosional yang mungkin sulit diutarakan secara langsung.

Melalui lirik, individu dapat mengeksplorasi, memahami, dan mengkomunikasikan perasaan mereka.

3). Pengembangan Bahasa dan Komunikasi

Bernyanyi dan memahami lirik membantu melatih keterampilan bahasa dan artikulasi, yang sangat berguna dalam terapi wicara, terutama bagi anak-anak yang memiliki gangguan pendengaran.

Untuk memperkuat pesan dan makna, peran Lirik dapat menyampaikan pesan edukasi, etika susila, mental, moral, atau aspirasi secara lebih efektif, menjadikannya alat yang kuat dalam edukasi pendidikan dan penyampaian nilai-nilai.

4). Kombinasi antara musik dan lirik

Terapi seni bunyi dalam kontekstual terapi seni bunyi, peran musik dan lirik digabungkan untuk mencapai tujuan “Terapeutik” tertentu. Misalnya, terapis dapat meminta klien untuk menulis lirik lagu untuk alur bunyi melodi yang mereka ciptakan, atau mendiskusikannya lewat perasaan yang ditimbulkan oleh lirik sebuah lagu.

Edukasi Pendidikan secara holistik di bidang pendidikan, peran musik dan lirik dapat digunakan untuk menjadi sarana dalam mendukung pembelajaran yang holistik, tidak hanya secara kognitif tetapi juga emosional, sosial, dan motorik, juga bisa membantu perkembangan kepribadian anak secara menyeluruh.

5). Peran Musik dan lirik dalam mempengaruhi suasana hati

Musik dan lirik mampu dapat meningkatkan suasana hati melalui berbagai cara, seperti melepaskan dopamin untuk kebahagiaan, mengurangi stres dengan alunan tenang, meningkatkan semangat dengan tempo cepat, serta memicu “Rasa Panineungan” atau nostalgia, juga bisa membantu memproses emosi melalui lirik yang relevan.

Kombinasi tempo, melodi, dan lirik menentukan pengaruh emosionalnya, di mana musik cepat cenderung membangkitkan semangat, sedangkan musik lambat bisa menenangkan atau bahkan memicu kesedihan.

6). Cara musik dan lirik mempengaruhi suasana hati

Dalam meningkatkan kebahagiaan dan semangat hidup di kehidupan ini,

Peran musik dengan permainan Tempo Cepat dan Melodi Ceria dapat memicu pelepasan Dopamin, Neurotransmitter yang berhubungan dengan rasa senang dan motivasi.

Peran Lirik yang memotivasi dan bersemangat dapat membangkitkan semangat untuk beraktivitas.

Untuk menenangkan dan mengurangi stres, musik instrumentalia atau lagu dengan melodi lembut dan tempo lambat dapat merangsang sistem saraf parasimpatik, sehingga membantu relaksasi dan mengurangi stres serta kecemasan.

Hal ini menciptakan kondisi pikiran yang lebih tenang dan damai.

Memicu nostalgia dan emosi dalam lagu tertentu, pikiran dapat dibawa untuk mengingatkan pada kenangan atau pengalaman masa lalu, memicu nostalgia.

Lirik yang relevan dengan perasaan yang sedang dialami dapat membuat seseorang merasa didengar, dipahami, dan membantu memproses emosi yang ada.

Dalam mempengaruhi emosi lainnya, musik dengan lirik yang kuat dan musik yang menggunakan dinamika sound volume keras (seperti musik Underground, deat metal atau heavy metal) dapat membantu mengekspresikan rasa amarah atau rasa frustrasi, yang bagi sebagian orang bisa membakar rasa semangat saat menghadapi stres, seperti dijelaskan di artikel ini.

Sebaliknya, musik dengan lirik sedih, dan alunan harmoni melodi dengan tempo lambat dapat mempengaruhi apresiator pendengar menjadi ikut merasa sedih prihatin.

7). Pengaruh musik Terhadap mood

Musik memengaruhi mood melalui respons biologis di otak, yang memicu pelepasan hormon kebahagiaan seperti dopamin dan endorfin, serta melalui efek psikologis dari lirik dan alunan melodi.

Seperti diungkapkan di atas, Musik dengan tempo cepat dapat meningkatkan energi dan semangat, sementara musik yang lebih lambat bisa menenangkan.

Jenis musik yang disukai juga memengaruhi emosi, di mana genre tertentu yang disukai dapat meningkatkan semangat meskipun liriknya agresif, seperti Underground, deat metal atau heavy metal atau rock.

8). Pengaruh langsung melalui otak dan hormon

Pemicu hormon kebahagiaan, musik yang disukai dapat merangsang otak untuk melepasan hormon seperti dopamin, endorfin, dan serotonin yang menciptakan perasaan senang, bahagia, dan sejahtera.

Dalam Aktivasi sistem limbik, Sistem limbik ini yang berperan dalam emosi dan memori, menjadi aktif saat seseorang mendengarkan musik, membuat emosi dan ingatan terpicu.

Sensasional fisik, Rasa “dingin” atau merinding saat mendengarkan musik yang menyentuh adalah hasil dari pelepasan dopamin.

Pengaruh psikologis dan emosional dalam meningkatkan semangat, peran musik dengan permainan tempo cepat, seperti J-Pop, terbukti dapat meningkatkan mood positif dan semangat belajar, kata ASDKVI.

Dalam menenangkan, Musik yang berirama lambat dan menenangkan dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan dan depresi, serta memberikan ketenangan dan kedamaian.

Ekspresi Emosi dalam Musik dapat membantu seseorang mengekspresikan emosi seperti kemarahan atau kesedihan yang tidak dapat diutarakan, membantu mereka merasa lebih lega.

9). Pengaruh secara spesifik berdasarkan genre musik

Musik atau Seni Bunyi dan lirik, dalam Lirik dapat memberikan pengaruh langsung pada mood dan pikiran, baik secara positif. maupun negatif.

Kalau Musik tanpa lirik, Musik tanpa lirik, seperti Musik Sonata dari Johan Sebastian jaman Musik Barok Klasik atau instrumentalia, sering kali lebih cocok untuk sarana belajar mengajar, karena tidak mengganggu konsentrasi verbal.

Genre agresif Musik dengan lirik yang penuh amarah atau kritik sosial yang penuh enerjik, seperti Underground, deat metal, heavy metal, dapat membantu orang yang menyukainya membakar semangat dan menghadapi stres.

10). Musik memengaruhi suasana hati Anda

Musik membantu merelaksasi sistem saraf dan membuat Anda merasa berenergi . Kesimpulannya, musik adalah cara yang aman untuk meningkatkan suasana hati.

Anda tidak perlu membeli obat-obatan mahal yang digunakan untuk meningkatkan suasana hati atau membuat Anda merasa rileks.

Musik adalah cara yang murah untuk mengendalikan emosi.

Musik juga dapat mempengaruhi suasana hati melalui jalur saraf di otak yang terkait dengan emosi, memicu pelepasan hormon seperti dopamine dan endorfin, yang berperan dalam mengatur suasana hati dan rasa bahagia.

Sebaliknya, suasana hati juga dapat memengaruhi pilihan musik individu.

Genre musik yang berbeda juga bisa memengaruhi suasana hati anda.

Beberapa orang mungkin merasa musik Underground, heavy metal atau rap membantu mereka melepaskan energi dan frustrasi yang terpendam , sementara yang lain mungkin lebih menyukai musik klasik yang menenangkan atau suara-suara ambient yang menenangkan.

Selain mendengarkan musik, bermain alat musik juga dapat berdampak positif pada suasana hati dan perilaku kita.

Musik juga mempengaruhi kepribadian, karena musik merupakan refleksi perasaan suatu individu atau masyarakat.

Jenis musik yang biasa didengarkan akan mempengaruhi mood kita dan menunjukkan kepribadian seseorang. Tergantung seperti apa kondisi mood yang sedang dirasakan saat itu.

Sebutannya jika musik memengaruhi suasana hati Anda adalah entrainmen ritmis, Irama suatu musik memengaruhi irama tubuh internal pendengar, seperti detak jantung, yang pada gilirannya memengaruhi tubuh komponen emosi lainnya.

Musik mempengaruhi suasana hati anda dalam kehidupan sehari-hari, dalam cara Musik Meningkatkan Mood, melansir dari laman UW Medicine, musik dapat meningkatkan mood lantaran alunan nada tersebut bisa memicu pelepasan dopamin, yaitu; neurotransmitter di otak yang membantu diri kita merasakan senang dan motivasi, meningkatkan konsentrasi fokus, dan juga bisa memperbaiki suasana hati.

11). Teori utama dalam terapi musik

Teori dalam terapi musik didasarkan pada konsep bahwa musik dapat digunakan sebagai intervensi klinis untuk meningkatkan kesehatan fisik, emosional, kognitif, dan sosial individu. Teori-teori yang mendasarinya meliputi: Gestalt, yang berfokus pada persepsi dan lingkungan; Kognitif-Behavioral, yang menggunakan musik untuk mengubah pola pikir; serta teori psikodinamik yang menekankan pada proses alam bawah sadar dalam diri seseorang. Terapi musik bekerja melalui berbagai teknik seperti mendengarkan, menciptakan, atau bermain musik, untuk mencapai tujuan non-musikal.

Teori Gestalt dan Kognitif-Behavioral, Teori ini menjelaskan bahwa terapi musik dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan dengan memanipulasi persepsi individu terhadap lingkungan mereka dan mengubah pola pikir mereka melalui pengalaman mendengarkan musik yang menenangkan.

Teori Psikodinamik, Berasumsi bahwa terdapat proses dinamis dalam alam bawah sadar yang memengaruhi pikiran dan perilaku.

Terapi musik, terutama dalam konteks psikodinamik, dapat membantu klien mengakses perasaan dan konflik internal yang terpendam, serta memperkuat kemampuan ego untuk mengatasi masalah.

Hubungan biologis dan psikologi, dalam Teori ini melihat terapi musik sebagai jembatan antara aspek biologis (misalnya, ritme detak jantung) dan psikologis (misalnya, emosi dan kognisi).
Musik dapat memengaruhi ambang otak yang berkaitan dengan stres, menjadikannya lebih adaptif secara fisiologis.

12).Cara kerja terapi musik

Perubahan suasana hati, Musik memiliki sifat alami untuk mengangkat suasana hati dan memengaruhi respons afektif serta kognitif, yang pada akhirnya dapat mengubah suasana hati seseorang.

Distraksi dan relaksasi dalam mendengarkan musik dapat mengalihkan perhatian dari rasa sakit atau kecemasan dan memberikan rasa nyaman serta relaksasi, seperti yang terlihat pada pasien yang menjalani operasi.

Peningkatan fungsi kognitif dan motorik, dalam Terapi musik dapat digunakan untuk membantu meningkatkan fungsi motorik, berbicara, bahasa, serta memori.

Dalam Pengembangan keterampilan sosial, dengan melalui aktivitas musik bersama, klien dapat mengembangkan kemampuan untuk berinteraksi dan membangun kedekatan emosional dengan orang lain.

13). Dua metode utama dalam terapi musik

Ada dua metode utama dalam terapi musik adalah: Metode Aktif dan Reseptif. Kalau
Metode aktif melibatkan partisipasi aktif dalam musik, seperti bernyanyi atau memainkan alat musik,
sedangkan metode reseptif berfokus pada mendengarkan musik yang diputar atau dibuat oleh terapis.

Metode aktif
Pasien berperan aktif dalam membuat musik.
Contohnya termasuk bernyanyi, memainkan alat musik, atau mengimprovisasi musik bersama terapis.
Metode reseptif
Pasien lebih pasif, dengan fokus pada mendengarkan musik.
Terapis dapat memutar rekaman musik atau menciptakan musik untuk didengarkan pasien.

Tujuannya adalah untuk memfasilitasi respons emosional atau kognitif terhadap musik.

  1. Terapi Musik Aktif,
    Definisinya; Pasien terlibat secara langsung dalam proses menciptakan musik. Dan
    Aktivitasnya adalah Bernyanyi, memainkan alat musik, atau mengkomposisi lagu.
    Fokusnya ; Mendorong pasien untuk menciptakan pengalaman musik aktual melalui improvisasi atau partisipasi langsung.
  2. Terapi Musik Reseptif,
    Definisinya;
    Pasien mendengarkan musik yang diputar atau dibuat oleh terapis. Dan
    Aktivitasnya, yaitu; Mendengarkan musik melalui earphone atau di dalam ruangan, kemudian mendiskusikan perasaan atau pikiran yang muncul.
    Fokusnya; Membantu pasien untuk merenung, mengingat kembali pengalaman masa lalu dan emosi yang terkait, atau mengekspresikan diri melalui gerakan atau kata-kata setelah mendengarkan musik.

Jadi perbedaan antara terapi musik reseptif dan aktif,
Intervensi aktif untuk pengalaman ini, Anda berperan aktif dalam bermusik bersama terapis Anda. Misalnya, Anda dapat bernyanyi atau memainkan alat musik. Intervensi reseptifnya adalah Alih-alih bermusik, Anda mendengarkan musik yang dibuat atau diputar oleh terapis Anda dari rekaman.

14). Cara Terapi Musik Dilakukan

Terapi musik dapat melibatkan berbagai aktivitas, tergantung pada kebutuhan individu dan tujuan terapi:

Mendengarkan Musik:
Mendengarkan musik yang dipilih dengan cermat (aktif atau pasif) untuk memicu respons emosional atau relaksasi.

Membuat Musik:
Bermain instrumen, bernyanyi, menulis lagu, atau berimprovisasi. Ini tidak memerlukan bakat musik sebelumnya.

Menulis Lirik/Lagu:
Untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman.

Diskusi Musik:
Berbicara tentang pengalaman, kenangan, atau perasaan yang muncul saat berinteraksi dengan musik.

Penting untuk diingat bahwa terapi musik dilakukan oleh terapis musik yang berkualifikasi dan bukan sekadar mendengarkan musik.

Terapis memiliki pelatihan khusus untuk menggunakan musik secara terapeutik guna mencapai tujuan kesehatan mental yang spesifik.

15). Terapi musik menggunakan lima elemen

Terapi musik menggunakan lima elemen, yaitu: elemen kayu, api, tanah, air, dan logam, karena menurut filosofi Tiongkok kuno meyakini setiap elemen terhubung dengan organ tubuh, emosi, dan aspek kepribadian manusia. Setiap elemen memiliki karakteristik unik yang diasosiasikan dengan jenis musik tertentu, sehingga dengan menggunakan musik yang mewakili lima elemen ini, terapi dapat membantu menyeimbangkan energi dalam tubuh, meningkatkan kesehatan mental dan emosional, serta mempromosikan kesejahteraan secara keseluruhan.

Mengapa lima elemen digunakan dalam terapi musik:
Sistem Klasifikasi Berbasis Lima Elemen: Terapi musik lima elemen mengklasifikasikan musik atau bunyi ke dalam lima nada: Jue (kayu), Zhi (api), Gong (tanah), Shang (logam), dan Yu (air). Klasifikasi ini berasal dari karya klasik seperti Klasik Internal Kaisar Kuning.

Koneksi dengan Organ dan Emosi: Setiap elemen terhubung dengan organ tubuh dan emosi spesifik. Misalnya, elemen kayu dikaitkan dengan hati dan kemarahan, sementara elemen api dikaitkan dengan jantung dan kegembiraan. Dengan menggunakan musik yang tepat, terapi dapat memengaruhi organ dan emosi ini.

Keseimbangan dan Harmoni: Lima elemen berada dalam siklus saling menghidupkan (kayu menghidupkan api) dan saling mengendalikan (air mematikan api). Terapi musik menggunakan prinsip ini untuk menciptakan harmoni. Jika ada ketidakseimbangan, seperti terlalu banyak energi api, terapi akan menggunakan elemen seperti air untuk membantu mengendalikan dan menyeimbangkan kembali.
Pendekatan holistik: Terapi ini bertujuan untuk mendukung kesehatan secara holistik dengan tidak hanya mengatasi gejala fisik tetapi juga kondisi mental dan emosional. Melalui penggunaan elemen yang berbeda, terapi dapat disesuaikan untuk mengatasi masalah spesifik.

Contoh hubungan elemen dan musik:
Kayu: Musik dengan nada Jue, yang dikaitkan dengan pertumbuhan, vitalitas, dan emosi seperti kemarahan.
Api: Musik dengan nada Zhi, yang diasosiasikan dengan gairah, kreativitas, dan semangat.
Tanah: Musik dengan nada Gong, yang dikaitkan dengan stabilitas, makanan, dan keseimbangan.
Logam: Musik dengan nada Shang, yang dikaitkan dengan fokus, kekuatan, dan kemandirian.
Air: Musik dengan nada Yu, yang dikaitkan dengan relaksasi, aliran, dan ketenangan.

Elemen dasar pertama dalam ilmu Feng Shui adalah Elemen Kayu atau tumbuhan yang menjadi salah satu bagian yang ada di bumi, termasuk dalam tubuh manusia berupa makanan dari sayur-sayuran atau tumbuhan. Elemen kayu dalam Feng Shui ini, memiliki sifat dasar yang alami, fleksibel serta menyukai beberapa hal yang bersifat tradisional dan mudah patah semangat. Elemen kayu, juga diasosiasikan dengan warna hijau yang alami. Elemen kayu juga mewakili dari pertumbuhan serta kreativitas. Kayu dalam ilmu Feng Shui, dapat mendorong pertumbuhan pribadi serta intuisi seseorang yang meningkat.

Ellemen Tanah atau Bumi adalah tempat dari isi alam untuk berpijak serta tumbuh. Dalam ilmu Feng Shui, elemen tanah, memiliki sifat dasar membumi yang artinya sederhana serta pendiam.

Sikap pendiam tersebut, kadang dapat membuat lawan bicara merasa bingung, sehingga seringkali disangka pasif. Akan tetapi, elemen tanah dapat membantu seseorang untuk tumbuh serta stabil.

Sari seluruh elemen dasar dalam Feng Shui, elemen tanah merupakan elemen yang paling damai, stabil sekaligus menenangkan. Dalam ilmu Feng Shui, elemen tanah erat kaitannya dengan warna kuning.

Elemen Logam, pada elemen ini merupakan elemen yang berada di dalam bumi serta tubuh seseorang. Dalam tubuh seseorang, terdapat banyak unsur maupun zat logam yaitu magnesium, zat besi serta unsur logam lainnya.

Berbeda dengan elemen tanah, elemen logam cenderung memiliki sifat dasar yang keras, dingin serta memiliki pikiran tajam dan cara bertutur yang tajam pula. Akan tetapi, elemen logam ini juga memiliki sifat positif, yaitu sangat serius ketika menangani usaha yang telah ia minati. Selain itu, logam seringkali digunakan sebagai senjata, sehingga elemen ini pun terkesan kuat.

Pada elemen logam, elemen ini berhubunngan erat dengan kekuatan mental serta ketajaman dan memengaruhi kecerdasan. Elemen logam, diasosiasikan dengan warna putih.

Elemen keempat adalah Elemen Api, elemen ini memiliki makna transformasi serta ekspansi. Dari kelima elemen dasar Feng Shui, elemen apilah yang paling stabil di antara kelimanya. Sebagai elemen paling stabil, elemen ini memiliki sifat dasar yang penuh semangat, bergairah, provokatif, membakar, menghangatkan akan tetapi dapat melukai lawan atau musuhnya.

Meskipun dikenal penuh semangat dan provakatif, elemen api juga dikenal sering melucu. Elemen ini, diasosiasikan dengan warna merah.

Elemen kelima ini adalah Elemen Air, sangat berguna sebagai perilis sekaligus pembaharuan. Dengan menggunakan elemen air, maka akan diperoleh kejelasan, relaksasi, hingga inspirasi untuk dapat menghadirkan suatu kerelaan.

Air sebagai elemen dasar dari Feng Shui digambarkan sebagai sebuah kebutuhan vital untuk seluruh makhluk hidup yang ada di bumi. Elemen air digambarkan sebagai elemen yang memiliki sifat dasar tenang, mampu berpikir secara dalam serta mampu membuat lawan bicara hanyut dengan perkataannya.

Elemen air dalam Feng Shui digambarkan sebagai elemen yang fleksibel, akan tetapi sering kali memiliki sifat negatif, yaitu sering tidak memiliki pendirian yang tetap. Elemen ini juga diasosiasikan dengan warna hitam.

Cukup Sekian dahulu,
Terimakasih dan Salam Bahagia Tenang Sehat Senang Gembira, Rahayu Jaya Waluya Walagri Nugraha Mulya Sampurna SapapanjangNa… Aamiin Ya Rohmatan Lil Aalamiin… Hamemayu Hayuning Bhawana… Om Namahshiwaya Svaha…
Ahuuun


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *