BASI BUKAN BERARTI BASA-BASI

BUDAYA KORUPTIF DAN PERILAKU MENGOPLOS

Mengulang-ulang, mendaur bahasa kepastian dalam ragam narasi perimbangan, terkadang menyebalkan. Lucu memang, dunia suka riak-riak, tetapi takut kedalaman. Mereka mengagungkan inovasi, tapi membuangnya setelah dikonsumsi.

Aku, si goblok yang pernah menyumbang gagasan, tanpa penghargaan. Saat ini, aku tak tertarik jadi tontonan di panggung yang isinya celoteh pencitraan. Biarlah ku tabung ideku dalam lesung pipi, gurat dahi, dan sumbu dada.

Ya, soalnya itu adalah; tidak semua suara layak diperdengarkan atau didengarkan dengan cara seksama dalam tempo khidmat. Jauhnya, tidak semua ide pantas disebarluaskan, dan tidak semua panggung patut di pijakan atau dijajaki dalam jejak.

Kalau diam ku terasa mengganggu, itu artinya dulu aku terlalu banyak bicara yang dianggap gabut untuk didengar. Dunia, kini lebih memuliakan gema; ketimbang menghargai sumber suara. Mengulang-ulang, mendaur bahasa kepastian dalam ragam narasi perimbangan, terkadang menyebalkan.

Kau tahu; toilet itu tidak pernah mencari siapa yang akan buang hajat, mandi, dan buang air kecil. Ya, ia tidak pernah memiliki keinginan itu. Justru manusialah yang memiliki kebijaksanaan untuk menentukan dan menempatkan toilet berada di mana.

Seperti itulah sifat dasar, yang senantiasa disibukan dengan warna dalam mengagungkan makna konsumsi, tapi membuangnya setelah inovasi: plung. Basi! []

ROBIN HOOD REBORN
Baca Tulisan Lain

ROBIN HOOD REBORN


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *