Mbeling dalam bahasa jawa berarti bandel, sukar diatur atau memberontak. Remy Sylado dengan nama aslinya Japi Panda abdiel Tambayong dikenal sebagai pelopor puisi mbeling bersama Jeihan dan abdul Hadi. Mbeling bahasa jawa berbeda dengan Beling (Sunda) yang berarti pecahan kaca yang keras, tajam. Bukan benda eksklusif. Mbeling digunakan (terutama di Jawa) sebagai perumpamaan bagi seseorang yang sifatnya: Keras kepala, Bandel, Bangor. Remy, memakai kata Mbeling sebagai alternatif dari kata URAKAN (pengertiannya mirip dengan Mbeling) yang telah dipakai oleh Rendra, dalam gerakan berkeseniannya. Remy Mbeling tidak hanya pada puisi tapi Mbeling yang humanis, peka terhadap masalah kemanusiaan, sehingga bila overdosis seolah nyinyir dalam mengomentari sesuatu, walaupun itu kenyinyiran yang tanpa pretensi. Ada canda dan olok olok yang ditaburi kasih.
Dibawah ini merupakan sepotong kecil contoh sikap humanisme nya yang dituangkan dengan cara yang berbeda tidak serius tapi tidak santai dan tidak menabrak nilai nilai etika hukum. Itulah gaya Remy yang multitalenta khususnya dalam berkesenian:
Kita nikmati sebuah puisi Remy —“Jerit Sandal Jepit,” yang ditulis pada tahun 2009 dan dimuat di Harian Kompas pada tahun yang sama. Kekayaan makna dan simbolnya menarik perhatian kalangan akademik; pada tahun 2025, puisi ini menjadi bahan penelitian di Jurnal KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Universitas Lampung, yang menelaahnya dari sudut pandang semiotik dan interpretasi simbolis.
JERIT SENDAL JEPIT
Di celah-celah sudut sempit terhimpit
Manusia seperti sandal jepit menjerit –jerit
Pohon-pohon pun tertawa
Tertawa melihat manusia
ia kembali bersujud
Jiwa terasing Dalam dunia bising
Di injak, remak, permak
Lalu kiamat
Ia tamat
Lalu, ia kembali bersujud
Di Celah-celah sudut sempit terhimpit
Manusia seperti sandal jepit menjerit-jerit
Pohon-pohon pun tertawa
Tertawa melihat manusia
Remy dikenal sebagai sastrawan, dosen, jurnalis, aktor, pelukis dan kritikus seni yang juga jago memotong rambut, memasak dan menjahit. Sosok Remy khas dengan baju putih-putih dengan ikat pinggang yang khas dan topi koboy atau kacamata yang dicangklongkan di kepala, tampak selalu modis dibalik pribadinya yang bersahaja, apa adanya.
Masih banyak yang bisa dikatakan dalam menggambarkan seorang Remy yang fasih berbagai bahasa, termasuk bahasa ibrani yang memberi warna pada karya dan visi kehidupannya. Dia dibesarkan di seminari karena ibunya tinggal di kompleks seminari itu di Semarang, kadang kala berkesan Remy mengetahui segala persoalan. Namun orang yang mengenal Remy lebih dekat dan sungguh-sungguh Remy adalah seorang humanis sejati. Sikap religiusitas Remy menurut saya sama dan sebangun dengan Chairil anwar, menarik untuk menjadi sebuah kajian tersendiri.
Nilai Seni dan Etika Hukum
Mengapa seni dikaitkan dengan etika hukum? Sebuah karya seni itu tidak bebas nilai, tidak lepas dalam ruang dan waktu dimana aturan kehidupan menyentuhnya ketika karya itu dikomunikasikan dengan orang lain, kecuali jika hanya ada di kepala sang seniman atau di laci mejanya. Dalam pola pikir seperti itu apakah seniman dan karyanya itu terberangkus, terpasung, kehilangan kebebasan dan kreativitas.. Hal ini kembali pada apa, mengapa dan untuk apa karya seni itu dibuat (epistemologis, ontologis, aksiologis).
Etika hukum dalam berkesenian banyak terkait dengan perlindungan hak kekayaan intelektual (HaKI) seniman, kewajiban untuk menghormati kontrak. aKhir akhir ini yang sedang viral mengenai masalah royalti pencipta lagu. Bagi sastrawan berkaitan dengan penerbitan & pemuatan karya- karya sastra. Bagaimana perjanjian dibuat secara adil, hak honorarium atas tulisan/ karya yang dimuat oleh sebuah media massa bertiras 600 ribu eksemplar, besarannya apakah sama jika dimuat oleh media massa yang oplahnya hanya 50 ribu eksemplar. Contoh lain bagaimana sebuah puisi dihitung berdasarkan judul, panjang dan pendek puisi tidak jadi masalah namun sepuluh judul puisi pendek dapat dibayar lebih banyak dibandingkan satu judul puisi panjang.
Karya seni berkait erat dengan keindahan, kejujuran dan kebenaran serta kebaikan dan keadilan, juga ekspresi dan interpretasi serta nilai dan moral. Nilai seni yang ada dalam karya seni yang sesuai, dapat meningkatkan tumbuhnya kesadaran terhadap hukum, menginspirasi tegaknya keadilan serta menciptakan keindahan hukum. Sebagai contoh 10 perintah Tuhan dst….
Keindahan nilai seni menciptakan kebenaran merujuk pada prinsip moral dan nilai terkait dengan penciptaan karya itu sendiri, penyajian dan penerimaan orang yang menikmati. Dalam hal keindahan karya seni, mencakup kejujuran, respek dan toleransi, serta kreativitas dan orisinalitas. Disini kita masuk masalah hukum;
Bagaimana karya karya seni yang dihasilkan oleh Remy Sylado hidup dan berselancar dalam kehidupan hukum masyarakat yang mana isu-isu; sensor, eksploitasi, kekerasan & pornografi serta plagiarism, rekayasa menggelinding baik di dunia nyata maupun di dunia cyber. Salah satu hasil kebudayaan adalah karya seni melahirkan identitas, kualitas, keindahan,rasa sosial dan kemanusiaan.
Remy merupakan breaking ice kebekuan budaya, kekeluan dan ketakutan seniman dalam mengekspresikan diri, meskipun Remy tidak pernah mengatakan dirinya sebagai pembaharu dan tidak berambisi untuk jadi pahlawan dan mungkin di pahlawan-kan.
Ya, benar.
Remy dengan kiprahnya di bidang kesenian & kebudayaan: Tidak mutlak berorientasi pada antara lain: Melahirkan orisinalitas, mengejar popularitas.
Remy, tertarik mencari dan menampilkan ALTERNATIF-ALTERNATIF. Tidak suka ikut pada jalur MAINSTREAM (Kelaziman umum)
Tetapi, alternatif yang logis dan nalar, serta tak melanggar norma yang normal dan telah disepakati bersama.
Tidak dipungkiri, ada pada diri Remy mengejar keunikan (bukan orisinalitas) Misalnya, sering tampil berbusana dan mengenakan aksesori serba warna putih.
(Elvis Presley sudah lebih dulu, sering tampil memakai yang serba putih)
Dalam hal itu. Apakah Remy terpengaruh oleh Elvis. Sangat mungkin.
Saat masih di Semarang. Di usia muda: Remy pernah memenangkan lomba Mirip Elvis. Dan, sempat dijuluki “Elvis van Semarang”…..
Ya, Remy selalu berjalan dengan mencari jalan alternatif, yang argumentatif.
Misalnya, antara lain:
- Meng Alternatif cara menulis puisi. Melahirkan: Puisi Mbeling.
- Saat hari pernikahannya, Remy mengenakan setelan jas berwarna putih, dan pasangan mempelainya memakai gaun pengantin berwarna hitam.
(Di luar cara berbusana pasangan pengantin secara mainstream) - Dalam pentas nya, jika tidak keliru, berjudul MESIAH I. Ditampilkan sosok Yesus (Isa Almasih) berkulit hitam (Umumnya Jesus tampil berkulit putih. Diperankan oleh salah seorang anggota teaternya, bernama Benny Dictus, dari etnis Papua)
Dari hal itu, kita tahu, Remy juga seorang yang anti mitos.
Di tahun 70-an. dalam kasus hukum sebagai terdakwa menghadapi gugatan hukum dari Wakil Gubernur Jawa Barat bernama Suhud Warnaen.
Pengadilan mengharuskan terdakwa hadir ke ruang sidang pengadilan, berpakain rapi & sopan. Dan, Remy datang/masuk ke ruang sidang dengan mengenakan busana: Bersarung Batik, berbaju Lurik dan kepala memakai Blangkon.
Dengan berpakaian seperti itu. Kepada Remy, seorang wartawan bertanya:
“Ke sidang pengadilan, kok, Bang Remy berdandan seperti itu?”
Seraya terkekeh, Remy menjawab:
“Lho, saya bukan akan masuk ke ruang pengadilan, kok. Saya mau masuk ke ruang pertunjukan Ketoprak (Ketoprak: Sandiwara berbahasa Jawa)”
Yah demikianlah Remy……
Terima kasih saudaraku Tatang Ramadhan Bauqie atas imbuhannya untuk catatan pengantar obrolan ini.
Bandung 4 Nov 2025









