Gugatan Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada Majalah Tempo senilai Rp200 miliar bukan soal sengketa perdata, tapi koreksi terstruktur terhadap represifitas fungsi pers.
Laporan investigasi Tempo edisi Mei 2025, berjudul “Poles-Poles Beras Busuk”, dianggap karya jurnalistik penuh “kebusukan”, merugikan Kementerian Pertanian, melukai petani dan mengotori ruang publik
Perseteruan menajam justru saat Dewan Pers merekomendasikan mediasi atas pelanggaran etiks yang dilakukan Tempo, dan Tempo sudah minta maaf.
Namun Amran Soelaiman tetap menuntut melalui SLAPP – Strategic Lawsuit Against Public Participation, yang akan memaksa Tempo membayar mahal atas kesalahannya itu.
Kasus ini mengingatkan kita pada pandangan “Toby Mendel”, pendiri Centre for Law and Democracy, yang merancang standar global kebebasan berekspresi,
Ia menyebut SLAPP sebagai “senjata hukum paling berbahaya abad ini”, dimana pengadilan dijadikan senjata sensor mematikan.
Ketika pejabat tinggi menggunakan gugatan perdata bernilai fantastis melawan laporan berbasis fakta, ia tidak hanya menyerang media, tapi sedang merusak ruang publik.
Plato dalam “Republik” mengkritik demokrasi sebagai rezim “kebebasan berlebih” – eleutheria berujung pada tirani, yang dimanfaatkan elite melindungi citra.
Gugatan Rp200 miliar, menafikkan dialektika kebenaran, memilih sensor daripada perbaikan sistem, padahal pemberitaan Tempo kini diteruskan dalam proses investigasi KPK.
Indonesia, yang kini di peringkat 108 Indeks Kebebasan Pers “RSF 2025”, harusnya tidak mengulang pola kasus memalukan “Prita” hingga “Fatia-Harish”, dimana palu pengadilan dijadikan “pemukul” suara kritis.
Ketika seorang menteri lebih memilih gugatan daripada memperbaiki sistem distribusi beras buruk, maka ia sedang mati-matian mengejar kewibawaan dengan citra bukan akuntabilitas.
Ingat, kebenaran tidak butuh dipoles citra, demokrasi yang sehat juga tidak butuh diancam Rp200 miliar agar diam.
Tapi percayalah, di ujung senapan kekuasaan, dan hukum rapuh, kebenaran dan demokrasi akan semakin kokoh.
Jakarta 16 November 2025









