The Founding Father telah menitipkan amanah yang tak lekang zaman: yakni kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran melalui pencerahan akal budi dan kesejahteraan umum.
Visi Indonesia Emas 2045 sejatinya adalah penegasan kembali amanah itu, dalam logika baru. dimana kita tidak lagi cukup menjadi penambang dan petani sumber daya alam; tetapi harus menjadi pencipta dan inovator teknologi dalam peradaban digital.
Transformasi digital bukan sekadar retorika, tetapi tantangan nyata, apakah kita mampu melahirkan kedaulatan teknologi sendiri di tengah dominasi platform global.
Super platform, talenta digital, satu data nasional, regulasi yang adaptif, dan riset yang berdaulat, semua itu menjadi pilar utama dan syarat mutlak bagi kelangsungan bangsa.
Tanpa percepatan yang sistematis dan progresif, Visi Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi dokumen museum.
Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus menjadi pelaku sejarah dalam proses kemajuan itu. Pilihannya ada di tangan kita dan dimulai dari sekarang, seperti yang diharapkan dalam tulisan buku ini.
Buku kecil berjudul PERADABAN DIGITAL ini akan mengajak kita, bersama-sama menuju ke masa depan itu.
Dengan segala keterbatasannya buku ini membuka ruang bagi munculnya diskursus dan argumentasi baru, sehingga akan lahir buku-buku lain yang dapat melengkapi ruang kosong itu.









