PELAJARAN DARI PENGAKUAN

bagian

Malam terasa begitu panjang dan dingin. Deras hujan di bulan Agustus. Merah-Putih yang menggigil di jalan-jalan protokol. Aku yang tengah menikmati kerak telor, sambil menunggu hujan reda; mendadak gembira kala ada yang menghubungi via saluran whatapp. Dengan harapan bisa menumpang pulang ke rumah. Akan tetapi, terkadang pula, bahwa kenyataan tak seindah yang dibayangkan. Begini isi pesan singkatnya itu:

“Apakah membuat film layar lebar bisa semudah itu?” Sebuah pertanyaan datang dari sahabat saya via saluran whatapp. Tentu saja, saya tak langsung menjawabnya. Dengan otomatis, saya balik bertanya genre film yang dia tanyakan itu apa? Tak lama jawaban yang saya tunggu tiba dengan diawali nada notifikasi: “Film Animasi!” jawabnya.

Tentu saja, saya masih belum puas dengan jawaban yang diberikan. Saya meminta detail kronologisnya. Singkatnya, dia berkisah bahwa ada sebuah film yang dibuat dengan durasi kurang lebih satu bulan. Di satu sisi, saya paham dengan yang dia tanyakan termasuk dengan trailernya yang saya tonton atas link kirimannya tersebut.

Lagi-lagi saya tak bisa menjawabnya dengan cepat. Disamping perlu data yang akurat pun belum pernah membuat film genre animasi. Akhirnya saya berselancar pada Walt Disney Animation Studios yang didirikan pada tahun 1923 oleh Walt dan Roy Disney sebagai Disney Brothers Cartoon Studio. Seiring waktu, studio ini mengalami beberapa perubahan nama dan reorganisasi, hingga menjadi Walt Disney Animation Studios yang kita kenal sekarang.

Sudah dipastikan bahwa Walt Disney Animation Studios adalah rumah produksi film animasi yang merupakan bagian dari The Walt Disney Company. Studio ini dikenal karena memproduksi film-film animasi klasik dan inovatif, termasuk film animasi fitur pertama yang berdurasi panjang, “Snow White and the Seven Dwarfs”.

Dari berselancar ini saya mendapatkan jawaban bahwa untuk membuat satu judul film genre animasi layar lebar bisa memakan waktu satu sampai tiga tahun dalam produksi–pembuatannya. Lanjut penjelajahan pada rumah produksi lain yang bergerak dalam animasi juga, untuk konsumsi animasi berseri dengan durasi yang lebih pendek.

Rata-rata mereka bisa membuat satu judul film animasi berseri tersebut dengan durasi dua sampai tiga bulan. Dan itu pun karena lokasi dan formatnya sudah terpatok dengan baku. Artinya bergantung pada tingkat kerumitan. Dari simpulan berselancar, tentu saja saya bisa menjawab bisa. Akan tetapi apakah yang ditanyakannya itu perihal selera? Katakanalah bagus atau tidak kualitas karya tersebut ataukah ada pertanyaan lain di belakangnya?

Singkatnya, saya mendapatkan info lanjutan dengan detail anggaran yang fantastis, 6,7 miliar. Tiba-tiba saja saya teringat pada teman saya yang lain, yang pernah menulis artikel dengan judul Kedok Antara Nasionalisme dan Idealisme. Dengan membaca judulnya saja, saya yakin bahwa kita sendiri sudah bisa membayangkan arah isi artikel itu bermuaranya ke mana. Terkenang pula pada narasi Memo sebuah realitas getir yang satir.

Tiba-tiba saja, saya pun terkenang pada kasus yang lain perihal profesi penerima bansos. Dimana PPATK mengidentifikasi penyaluran bansos masuk ke rekening 27.932 pegawai BUMN dan 7.479 dokter. Selain itu lebih dari 6000 eksekutif atau manager yang terindikasi menerima bansos. Hal itu mengingat PPATK baru selesai analisis terhadap 14 juta rekening atau separuh jalan dari 29 juta rekening penerima bansos.

Artinya, penerima bansos yang berprofesi sebagai dokter, pegawai BUMN serta posisi manajerial lainnya masih berpotensi bertambah. Pikiran saya jadi kian terus menggelandang ke sana-ke mari, tak ubahnya hilir dan mudik kendaraan dalam mendaur ingatan. Terkenang juga pada pelantikan esalon 2 di Sunda Kelapa yang konon katanya didominasi oleh satu partai. Teringat pada narasi Surat Lingkar yang masih hangat dalam ingatan.

Hujan reda sudah. Kelopak bunga-bunga berjatuhan. Merah-Putih mulai mengibas-ngibaskan tubuhnya. Dan malam kian menua. Usai membayar kerak telor. Tubuh bangkit hendak melanjutkan perjalanan. Sambil menyusuri sepinya trotoar, kembali terkenang pada kasus bunuh diri yang masih jadi misteri. Laju, jawaban apa yang harus saya berikan pada sahabat yang bertanya tentang fiksi animasi?

Barangkali ada yang bisa membantu untuk menjawabnya? []

MEMBACA ULANG LANGKAH 
Baca Tulisan Lain

MEMBACA ULANG LANGKAH 


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *