Teks drama “Anak Panggung di Negeri Panggung” yang ditulis oleh Ab Asmarandana (Ab), sebagai satu-satunya naskah wajib untuk dibawakan pada Kompetisi Teater se-Indonesia pada tanggal 22-28 Agustus 2025. Dalam tajug Lanjong Art Festival 2025.
Secara garis besar, teks mini drama ini berbicara perihal gambaran realitas kehidupan dari dua tokoh aktor teater yang berjuang di dunia seni peran. Gamblangnya, menggambarkan kesulitan dan tantangan dalam mencari nafkah dan mencapai impian mereka. Tema atau benang merah utamanya itu perihal menghadapi perjuangan hidup dan impian, serta bagaimana keduanya saling terkait erat dalam konteks atawa perihal dunia seni peran.
Jauhnya, sebuah teks mini drama yang menggambarkan realitas kehidupan dari dua tokoh aktor teater ini penuh dengan tantangan dan kesulitan. Hal tersebut kian nampak terlihat kala Ab sebagai penulis naskahnya begitu leluasa mengeksplorasi metafora panggung dan sandiwara, menjadi sebuah realitas getir yang satir, guna menunjukkan bagaimana kehidupan dapat dilihat sebagai sebuah pertunjukan, di mana setiap orang memiliki peran yang harus dimainkan.
Akan tetapi ada penambahan konflik yang lebih kuat, sehingga plot dapat menjadi lebih menarik dan lebih dinamis. Teks naskah mini drama ini juga menunjukkan bagaimana realitas kehidupan dapat berbeda dengan impian dan harapan. Hal ini diperjelas dengan adanya pengembangan karakter dari dua tokoh teater yang lebih mendalam, sehingga pembaca dapat lebih memahami motivasi dan emosi dari dua tokoh aktor teater tersebut, dengan penggunaan bahasa yang lebih kaya dan variatif, hingga dialog dapat bisa lebih terasa hidup dan menarik.
Dengan pengembangan yang lebih lanjut, teks mini drama ini berpotensi menjadi lakon mini drama yang kuat dan menginspirasi. Akan tetapi, bagi siapa pun yang akan memerankan dua tokoh aktor teater ini, diperlukan pengembangan karakter, guna bisa lebih mendalam kala memahami motivasi dan emosi dari dua tokoh aktor teater. Tentu saja bukan berarti harus baku atawa beku pada teks, interteks dan konteks yang sudah disajikan dalam alur teks drama tersebut,
Tapi dalam mencermati penggunaan gaya bahasa yang digunakan oleh Ab, sesungguhnya Ab membebaskan penggarap dan para pemeran yang akan memainkannya untuk perlu lebih kaya dan lebih variatif lagi dalam pengembangan bahasa, guna untuk membuat dialog lebih hidup dan lebih menarik lagi: Kaya akan kejutan. Mengapa?
Sebab jika dilihat dari pengembangan karakter dari dua tokoh aktor teater yang dihadirkan oleh Ab, sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas, sekali lagi: Diperlukan penggalian yang lebih mendalam, supaya bisa lebih utuh dalam memahami karakter dan emosi dari dua tokoh aktor teater A dan B. Artinya diperlukan bongkar pasang teks, tentu saja sesuai dengan pemahaman irama emosi yang akan dimainkannya di atas panggung. Disinilah letak tingkat kesulitannya dalam memahami teks mini drama dengan alur realis, kala pilihan teks drama realis tersebut dieksebisikan.
Bercermin pada pengalaman mengapresiasi di berbagai Panggung Festival Teater: lakon drama realis sering gagal untuk dibawakan di atas panggung pertunjukkan: Hal itu bisa terjadi musabab lupa pada makna mimesis yang musti dikawinkan dengan imaji, hasil dari eksplorasi dan eksperimen para aktornya untuk kemudian dikurasi oleh sutradara, sebagai produk kesepakatan bentuk jadi untuk dimainkan dalam floor plan pemanggungannya.
Lepas dari itu semua: Lesbumi Kota Tasikmalaya yang digawangi oleh sutradara mapan Wit Jabo, akankah berhasil dalam memainkan irama di atas panggung yang bakal dipentaskan pada hari Rabu 06 Agustus 2025., pukul 19.30 WIB di Buleud Gallery & Studio Tasikmalaya, Jl. Pemuda No. 2 Kota Tasikmalaya. Dengan dua aktor yang sudah punya nama: Adel Trifawijaya dan Pongkir Wijaya., yang didukung oleh penata musik kawakan Dero, dan Penata Artistik R. Na dan Adi Imam.
Serta penata cahaya Rizki., dengan stage manager Cep Adi dan Handi., Ricky Oet Rahman, nama yang sudah tidak asing lagi dalam Poster Designer. Dede Parhon sebagai pimpro. Adel selaku penata make up dan kostum. Diperkuat pula oleh Dwi Feb, nama yang sudah tidak asing pula dalam peta percaturan teater Tasikmalaya yang menempati posisi selaku penanggung jawab.
Melihat banyaknnya nama yang tak asing lagi dalam Jagat Teater Tasikmalaya, Lesbumi Kota Tasikmalaya benar-benar menurunkan dream team-nya untuk siap melenggang ke Lanjong Art Festival 2025 di Kabupaten Kutai Kertanegara, Kecamatan Tenggarong, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Selamat mengapresiasi, jangan lupa: Catat waktu dan tempat, serta hari pentasnya.
Jangan lupa datang dan saksikan, daripada harus terbang ke Kalimantan Timur di dua minggu mendatang []









