Skip to content
kosapoin.com

Kosapoin.com

"Kolom Sastra Potret Indonesia News

  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Galeri
    • Info
    • Ulasan
    • Sisipan
  • Sastra
    • Cerpen
    • Haiku
    • Diary
    • Essai
    • Opini
    • Fikmin
    • Prosa
    • Carpon
    • Cermin
    • CERBUNG
    • Puisi
    • Tanka
    • Sonian
  • Teater
    • Naskah
    • Kritik
    • Dramatik
    • Monolog
    • Opini
    • Kupas
  • Hiburan
    • Belanja
    • Musik
    • Celoteh
    • Kuliner
    • Wisata
  • Olahraga
    • Bola
    • Umum
  • Kalam
    • Akhlaq
    • Fiqh
    • Hadits
    • Sirah
    • Tafsir
    • Tashowwuf
    • Tauhid
    • Tadabbur
  • Ekonomi
    • Pasar
    • Bisnis
    • Target
  • Hukum

Penulis: Asep Budiman

Asep Budiman alias Asbud lahir di Bandung, 27 Oktober 1972. Orang tua Asbud dikenal sebagai pemain sandiwara dan pencak silat. Sejak SD, Asbud telah berlatih sandiwara bersama ayahnya hingga dia sering menjadi aktor untuk sandiwara 17 Agustusan. Ketika SMA, ia mulai mendirikan kelompok teater bernama Teater Kaper yang berhasil memenangkan Festival Teater SMA. Asbud menekuni bidang teater lebih serius ketika di Jurusan Teater Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI)―sekarang Institut Seni Indonesia (ISI)―Bandung. Semasa kuliah, ia bertemu dengan para dosen yang juga menjadi pegiat teater. Asbud pernah belajar kepada Suyatna Anirun hingga bergabung dengan Studiklub Teater Bandung. Selanjutnya ia juga pernah menjadi aktor Teater Re-Publik dan belajar memahami kerja teater bersama Benny Yohannes. Proses belajar sebagai kreator banyak didapatnya dari Teater Payung Hitam pimpinan Rahman Sabur. Selain itu, ia juga sering terlibat dalam garapan dari Teater Wot, Lab Teater, dan Actors Unlimited. Tahun 2004, ia mendirikan Behind The Actors sebagai wadah kreativitasnya yang tak tertampung pada komunitas lainnya. Bersama Behind The Actors, Asbud mencoba bentuk dan gaya teater yang berbeda namun tetap mengangkat ciri khas Indonesia. Untuk itu, Asbud mempelajari dan mendayagunakan teater tradisi Indonesia. Menurutnya, teater tradisi kaya akan nuansa gambar, imaji, atraksi, dan kejutan-kejutan. Asbud pun mengembangkan Wayang Keroncong, pertunjukan teater dan wayang yang dipadukan dengan musik keroncong. Tak hanya satu jenis wayang, Asbud menggabungkan wayang golek, wayang orang, hingga wayang kulit. Ceritanya pun terinspirasi dari kisah pewayangan yang disesuaikan dengan problematika keseharian manusia dan masyarakat Indonesia. Asbud telah menyutradarai sejumlah lakon pasca pendirian Behind The Actors. Lakon “Cuk-Cis” (2009) menandai karya perdananya untuk jenis pertunjukan wayang keroncong. Ia pun berhasil mementaskan lakon ini di tiga negara, yaitu Indonesia, Vietnam, dan Belanda. Asbud juga meraih Hibah Seni Kelola 2005 kategori Pentas Keliling untuk karya monolog berjudul “Humanus Balonitus/Balon” yang dipentaskan di Yogyakarta, Surakarta, dan Surabaya.
Indonesia di Persimpangan Sejarah: Harapan Pemulihan dan Tantangan Bersama
BeritaNasionalUlasan

Indonesia di Persimpangan Sejarah: Harapan Pemulihan dan Tantangan Bersama

Di tengah riuhnya suara rakyat, sorotan dunia, dan dinamika politik yang tak kunjung reda, Indonesia berdiri di sebuah persimpangan penting.…

byAsep BudimanJanuari 16, 2026Januari 16, 2026
BLACK METHOD TEATER PAYUNG HITAM
TeaterKupas

BLACK METHOD TEATER PAYUNG HITAM

Black Method Teater Payung Hitam Bandung adalah pendekatan artistik yang khas, lahir dari semangat perlawanan, eksplorasi tubuh, dan kritik sosial…

byAsep BudimanJanuari 16, 2026Januari 16, 2026
  • AKU
  • Riuh yang Menjadi Doa: Eundeur Puspa Karima Menggetarkan Aula Sanusi Hardjadinata
  • Menagih Janji Inovasi Kampus Untuk Rakyat
  • TUBUH BUNYI
  • PUISI Lintang Ismaya

Recent Comments

  1. Aku Dan Teater Payung Hitam - Kosapoin.com mengenai TEATER TUBUH MERAH BOLONG DAN GENJER-GENJER SEBAGAI TERDAKWA
  2. Aku Dan Teater Payung Hitam - Kosapoin.com mengenai BLACK METHOD TEATER PAYUNG HITAM
  3. TUBUH BUNYI - Kosapoin.com mengenai TEATER TUBUH
  4. TUBUH BUNYI - Kosapoin.com mengenai BLACK METHOD TEATER PAYUNG HITAM
  5. TEATER PAYUNG HITAM (TPH) BANDUNG, MASTERPIECE KONTEMPORER DAN "TEATER YANG HIDUP" - Kosapoin.com mengenai REFLEKSI KARYA SENI RACHMAN SABUR

Categories

  • ▼ Berita
    • Daerah
    • Galeri
    • Info
    • Internasional
    • Nasional
    • Sisipan
    • Ulasan
  • ▼ Ekonomi
    • Bisnis
    • Pasar
    • Target
  • ▼ Hiburan
    • Celoteh
    • Kuliner
    • Musik
    • Wisata
  • ▼ Hukum
  • ▼ Kalam
    • Akhlaq
    • Fiqh
    • Hadits
    • Sirah
    • Tadabbur
    • Tafsir
    • Tashowwuf
  • ▼ Olahraga
    • Bola
  • ▼ Sastra
    • Carpon
    • CERBUNG
    • Cermin
    • Cerpen
    • Diary
    • Essai
    • Fikmin
    • Haiku
    • Opini
    • Prosa
    • Puisi
    • Sonian
    • Tanka
  • ▼ Teater
    • Dramatik
    • Kritik
    • Kupas
    • Monolog
    • Naskah
    • Opini

  • About Us
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Donasi
  • Kriteria Tulisan
  • Privacy Policy

Copyright © 2026 Kosapoin.com

  • About Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Donasi
  • Kriteria Tulisan