Aku hidup hampir tiga puluh lima tahun di sini. Di tanah Proklamasi ini tapi aku tidak pernah merasakan Merdeka atau Merdeka. Apalagi Merdeka atau Merdeka.
Hidupku terlunta-lunta, di tempat-tempat kotor, kumuh, bau bacin. Apakah aku Merdeka atau Merdeka !
Sementara Para Penguasa dan Para Pengusaha duduk di sofa sambil minum vodka, mengisap serutu dan kongkow-kongkow dilayani para perempuan telanjang yang binal. Apakah ini Merdeka atau Merdeka !!!
Apakah aku Merdeka atau Merdeka ? Apakah Kamu Merdeka atau Merdeka ? Apakah Kami Merdeka atau Merdeka ?
Apakah Kalian Merdeka atau Merdeka ? Apakah Kita Merdeka atau Merdeka ? Apakah Merdeka ? Apakah atau ? Apakah Merdeka ? Merdeka atau Merdeka !!
Nurrahmat SN, lahir di Tasikmalaya, 19 Agustus 1960 Sepintas ia tampak menyeramkan, gemar berbusana hitam-hitam, berkulit hitam, tetapi ia berhati putih, gemar menolong, sedikit bicara banyak bekerja, dan intens dalam menyiasati persoalan keseniannya. Ia jebolanASTI/STSI/ISBI Bandung, jurusan Pemeranan, baginya sekolah adalah alat bantu dalam pencarian seniteater yang ia geluti sejak masih remaja. Berkelana keliling. Indonesia. membuka ladang, mencangkul keseniannya. Sebagai Aktor, ia bergabung dengan banyak grup teater, antara lain, Studi club Teater Bandung, Sanggar Kita Bandung, Teater 81 Bandung, StudioTeater ASTI/STSI/ISBI Bandung,Teater Payung Hitam Bandung (1981-1991) danTeater Koma (1992-2005), terlibat dalam banyak lakon penting dan kini bergerak dan mengalir one-man-show. Ia mengajar seni teater untuk pelajar dan mahasiswa, guru-guru TK dan SD juga para pelaku teater di Balai Latihan Kesenia Jakarta atau Pusat Pelatihan Seni Budaya Jakarta. Workshop Dramaturgi bekerja sama Teater Koma dan Goethe Institute. Ia terkait proses kreatif di Gegar Teater awal pembentukan janin pada tahun 1994, hingga Lab Teater Batavia sampai tujuan menjadi Dur Bengkel Pentas Seni. Kini ia membangkitkan kembali TEATER GeMBOL komunitas teater yang ia dirikan di Tasikmalaya, kota kelahirannya. Ia bergerak di Jakarta, terus berkesenian, terus mengalir, tidak pernah berhenti,takmengenallelah, tak mengenal putus asa dan selalu melakukannya dengan senang hati yang penuh ikhlas, tulus, jujur, cinta, nurani bening dan tetap gumbira. JANGAN BIARKAN PANGGUNG KOSONG.