KOMEDI NARSIS AWAL
Ini tentang yang Nun disana
Narasi historis
Dan Nun disini
Narasi mistik histeris
Awal semua kesambet
Bandung, 1812023

PUISI Yesmil Anwar
MOTIF DIRI
Perlu niat yang baik untuk berbuat baik
Dan membersihkan segala yang akan merusaknya
Karena hari ini kesempatan
Tidak pada kemarin dan esok
Muliakan diri dengan asma Al-Haq
Karena usia belum usai, dan Amanah masih kita emban
Iqro : narasi alam kauniyah narasi al-ayah quraniyah
Menalar kesadaran murni
Hakikatnya mengenal diri
Salam dan takzim untuk penguasa diri
Tak terkecuali untuk semua elemen pengusung
Bandung, 1812023

SAJAK-SAJAK Husni Hamisi
MUARA YAMANI
Maaf aku lagi sibuk ngurusin bangkai mencabik seperti hyena sirakus curang
Lupa mengurus diri penuh daki
Hingga tidak lagi kenal dengan nama pribadi
Kini aku jadi Habib menebar khurafat
Membawa umat Jadi pawang kerbau yang sudah mengekor
Aku sibuk membidik si taklid buta yang merusak tiang bhinneka
Bandung, 1912017

PUISI Galih M. Rosyadi
bisikan merdu
dari dunia mendayu
raih semua
kemungkinan terjadi
mimpi semakin panjang
tanka_abu1812023

SAJAK-SAJAK Arif Fathur
TADABUR ALAM
Laut selalu mengenal pantainya dengan baik
Begitu pun dengan riak dan gelombangnya
Terjangan ke batu karang
Pasang surut
Ada dalam kesatuannya
Langit sangat memahami isi dan keluasannya
Planet planet dalam hitungannya
Kedip bintang memberikan waktu dalam tolok ukurnya
Hutan rimba santun menjaga nafas satwanya
Flora dan fauna sejahtera
Bersahaja menopang segala pernak pernik
Semua selaras dengan matematisnya
Selaras pula dengan ukuran hitung fisikanya
Ada yang rumit dari semua
Yaitu manusia yang gemar merusak tatanannya
Biologis jagat raya dan isinya terkandung didalamnya
Makhluk yang gemar merusak dirinya sendiri
Sehingga jadi asing pada dirinya yang semestinya
Kegemaran menyimpang dari rotasi keselarasan
Semua tingkah harusnya terukur bersesuaian
Kerusakan tertera dari pola pikir
Segumpal darah yang bernama hati terjangkit penyakit
Maka semua jadi kacau balau
Manusia memang gemar sekali merusak diri dan isinya
Bandung, 1912026

PUISI Yesmil Anwar
LIPSTIK
Luka yang mana yang tidak menyakitkan ?
Terbuka lebar menganga di tubuh khatulistiwa
Air mata mengalir dari rasa perih
Nirvana jadi nar oleh pemangsa liar
Kitab tebal tebal di punggung keledai
Seperti tissue penyumpal janji para mulut orator
Yang jauh dari sasaran pemuliaan
Maka celaka makin mendalam menghitam
Menaung dimana rebah kita
Bandung, 1712014

PUISI Sosiawan Leak
TARIAN KONAK
Menenggak arak-MU melampaui tenggorokan
Memuntahkan segala kotoran
Mabuk yang parah menguras semua energi
Tubuh gontai menginjak kenyataan bumi guncang
Ngelupas nikmatnya fana seperti kulit ari
Gaun mewah yang terpakai tiba-tiba jadi tidak beda dari hakikat kain lap
Arak-MU yang membuat jungkir balik nafsu sesaat
Memabukkan di setiap koridor menuju labirin
Hilang duniawi
Terbang dengan kaum yang sedikit
Sepi dari Indrawi
Melayang di luas tidak terbatas
Arak-MU lintas batas
Sedikit peretas
Bdg, 16 Januari 2019

PUISI Ihya M Kulon
AKSIOMATIK
Moyang Sunda di Gunung Padang mematri
Sidharta Gautama di rimba semedi
Musa di gunung Sinai mencari diri
Isa di atas bukit memberi arti
Muhammad di gua Hira membaca fenomena yang terjadi
Kelahiran penyelarasan alam dan diri
Lautan lintas Nusantara
Di Lautan history Musa membelah
Muhammad mencelupkan jari
Butir air di ujung jari ibarat bumi
Lautan lepas ibarat luas
Segala sesuatu tidak lepas dari kesadaran
Penetapan sidik jari peradaban
Bandung, 2112026









