Hari demi hari di negeri haru-biru suasana riuh hiruk-pikuk umpatan dan cacian hujatan dan kemarahan ditumpahkan dimana-mana. Satu sama lain saling bongkar! saling cakar! saling cabik! saling telanjangi! sampai urat malunya putus! seputus-putusnya! Kebinatangannya lebih buas lagi dari gerombolan hyna yang berebut mangsa. Hari demi hari berbagai peristiwa huru-hara aksi-aksi bayaran lima puluh ribuan demo-demo sporadis emosi sesaat merebak di jalanan. Rakyat sudah bosan! dan muntah menonton drama politik picisan yang membodohi rakyat. Lihatlah! Tokoh-tokoh penipu! dimainkan aktor aktor palsu! Hari demi hari sorak-sorai! hura-hura! Rakyat dijejali suguhan dagelan yang membuat nafas semakin sesak. Udara semakin kotor bercampur kata kata kotor dan menjadi racun bagi kepala-kepala yang terbelah. Hari demi hari langit gelap di atas tugu monas ribuan gagak hitam memberi tanda-tanda adanya ancaman!
Dr. Rachman Sabur, S.Sn. M.Sn., Lahir di bandung tgl 12 September 1957. Penyair, penulis naskah, aktor, sutradara teater payunghitam (KPH). Salah satu Pendiri Kelompok Payung Hitam (KPH). Telah menyutradarai pertunjukan teater lebih dari 100 pertunjukan. 44 pertunjukan diantaranya merupakan pertunjukan teater tubuh. Mengikuti berbagai festival teater, baik di dalam negeri maupun di luar negeri :Internasional festival Arts Summit(2011), festival Brisbane Powerhouse, Australia(2005), Kampnagel Festival, Hamburg, Jerman(2003), Migration theatre Festival, Taipei, Taiwan(2012), Tainan Arts Festival, Tainan, Taiwan(2013), treschling Festival, Amsterdam, Rotterdam,Den Haag, Belanda(2004), Festival University Of Washington, Seattle, Amerika(2014). Salah satu buku naskah drama terbarunya yang sudah terbit dengan judul: TEKS-TEKS MONOLOG RACHMAN SABUR (YPH, 2025). Dalam tahun ini juga tengah mempersiapkan peluncuran buku teater tubuh payunghitam.
Memandang sebuah gunung dari jarak dekat, tidak seindah memandang dari kejauhan. Seperti halnya perbincangan hangat warung kopi, seorang pemuda bermata…