LUKISAN LAUT
Laut meluapkan dari kebisuan panjang matamu
Menitipkan cuaca bagi hujan yang menjelma sangkar
Arah mata angin, biduk-biduk kecil, karang-karang
Pecahan cahaya ombak melingkar hening
Senja tenggelam, burung-burung hitam
Melambaikan sudut-sudut tabir warna musim
Laut adalah gemuruh kematian biru
Catatan rahasia cermin langit yang ragu dan bisu

SAJAK-SAJAK Lintang Ismaya
CALANG
Rumahmu dekat suara ombak
Sebelum hutan rimba yang tercipta
Dari sejengkal cahaya purnama
Aku mengeram sunyi pada matamu
Yang terasa samar namun bergetar
Kuungsikan ruhku ke dadamu

SAJAK-SAJAK Husni Hamisi
AKU INGIN BERTANYA LAGI
Aku kembali pada hening
Saat suara hujan tercurah
Bagi malam, aku menjauh
Dan jatuh dari seribu kengerian
Lalu aku ingin bertanya lagi
Pada kelopak matamu yang ragu
Tentang langit yang dalam
Tentang warna kabut yang membisu
Dan kini aku tersungkur
Dalam sajak tak bernyawa
Lalu aku ingin bertanya lagi
Tentang kehendak waktu
Yang tertahan di ruang lain
Tentang mawar yang berhamburan
Pada penggalan tanah airmu
Yang wangi, tentang jarum jam
Yang berbisik mengintai impian
Saat engkau mengerat lengan sepi
Saat aku kembali tengadah
Pada wujud musim yang diam
Engkau seperti nafas hari ini
Nyanyian esok dalam cahaya
Tapi aku ingin bertanya lagi
Tentang diriku yang terlambat datang
Saat kau khusyuk menyusun peta
Ruang-ruang hitam dan putih
Aku tersungkur dari sebuah bayangan
Kata yang tercabik, setelah menempuh
Kutukan sepanjang malam
Sepanjang gerimis dan kenangan
Tapi aku ingin bertanya lagi
Saat aku melukismu di bumi
Yang lain, memagari purnama
Dengan warna tembaga keyakinan
Pada dinding tua yang bisu
Aku terkurung dan sekarat
Memujamu, saat kudengar suaramu
Seperti saat kudengar syair-syair
Kudusmu mengalir bersama ciuman
Di depan halaman rumahmu yang kekal



