CATATAN AKHIR TAHUN: Layanan Komunikasi Pemerintah Era Post-Truth

ISTANA 1

dok. Dr. Eko Wahyuanto

Penghujung tahun 2025, ditandai euforia digitalisasi dengan fenomena post-truth. Menempatkan emosi dan fragmentasi narasi di atas fakta utuh. Pakar komunikasi Claire Wardle mengingatkan, era itu misinformasi berkembang ketika masyarakat kekurangan akses terhadap informasi berkualitas. Maka pemerintah proaktif mengisi ruang tersebut dengan narasi transparan penuh empati, mencegah eksploitasi disinformasi dan hoaks. Komunikasi publik sebagai tiang penyangga keutuhan nilai-nilai filosofis dan ideologis. Bahwa bernegara tidak hanya merawat nilai historis, tetapi juga menjadi jembatan pluralitas, menghubungkan nilai-nilai kebhinekaan dalam satu nafas persatuan. Demikianlah komunikasi publik dikembangkan, sebagai piranti negara membangun loyalitas dan solidaritas bernegara Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) sebagai garda depan strategi komunikasi dan diseminasi informasi terarah, terukur, menyampaikan kebijakan strategis dan program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penanganan kebencanaan, termasuk banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat, dan misi diplomasi Presiden Prabowo Subianto keluar negeri, serta program lain yang termaktub dalam Asta Cita.

Berikut beberapa catatan reflektif pijakan perbaikan dan percepatan layanan komunikasi publik, dalam mengawal agenda nasional.

Kesamaan Emosi Nasional

Era post-truth sarat mobilitas dan gangguan global. Komunikasi publik efektif menjadi perekat persatuan dan jembatan pluralistik, menghubungkan seluruh elemen bangsa. Narasi berbasis kebhinekaan, dan pembangunan nasional menguatkan ikatan emosional, memperteguh identitas bangsa. Pakar Krisis Komunikasi Kate Starbird dari University of Washington mengatakan, narasi emosional lebih kuat dari fakta. Pemerintah perlu membangun koneksi autentik melawan participatory disinformation. Menganyam narasi sebagai arus utama program prioritas dan isu-isu strategis mulai dari Program Makan Bergizi Gratis – MBG sampai misi diplomasi presiden di luar negeri dalam andil percaturan politik bebas aktif dan ekonomi global melalui investasi luar negeri. Didukung kepercayaan publik tinggi, komunikasi itu lebih hidup, mengukuhkan perannya sebagai rujukan informasi bermanfaat.

Transformasi Komunikasi

Tantangan post-trut mengajarkan hikmah berharga. Komunikasi publik tak sekedar alat penyampai pesan, melainkan terlibat dalam transformasi dari arus dua arah. Konvergensi multiplatform rasional menjadi solusi diseminasi informasi isu-isu pembangunan. Melalui pengemasan informasi strategis, seperti pada Program MBG, tidak hanya menyediakan gizi bagi generasi mendatang, tetapi juga menghidupkan ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM, petani, dan koperasi. Semua berakar pada sila gotong royong. Model komunikasi ini terlihat nyata ketika program mencapai target awal dengan cepat, mengurangi angka stunting, dan narasi positif menguasai ruang publik. Demikian pula dalam klasifikasi kebijakan efisiensi anggaran. Mispersepsi seputar pendidikan tinggi dalam penerapan Uang Kuliah Tahunan, diklarifikasi data jernih, melalui akses pendidikan, terbuka dan memenuhi tuntutan publik khususnya mahasiswa. Yang terbaru tentang pemulihan bencana Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara di fase pemulihan juga menjadi perhatian serius, melalui strategi komunikasi lintas kementerian dan lembaga.

Konten Berbasis Data

Gelombang misinformasi era post-truth memicu kreativitas baru, dari komunikasi konvensional menuju format interaktif, konten berbasis data, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai daya ungkit minat publik. Misalnya; bagaimana strategi penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025. Melalui pembaruan informasi secara real-time, peta evakuasi, nomor darurat, distribusi alat komunikasi untuk konektivitas di daerah terisolasi, hingga testimoni penyintas komunikasi yang berhasil meredam hoaks. Mempercepat evakuasi ribuan warga, mendirikan dapur umum, serta menyalurkan bantuan kepada ratusan ribu pengungsi. Masa tanggap darurat yang diperpanjang hingga akhir Desember di sejumlah wilayah berjalan membangkitkan solidaritas nasional dan mempercepat pemulihan infrastruktur. Informasi Digital melalui media sosial, bukan penghalang, melainkan akselerator yang mengaktualisasikan isu sesungguhnya dalam konteks kekinian. Sehingga menghasilkan konten kritis, merangkul hati rakyat, dan memperteguh public trust melalui diseminasi berbasis kerakyatan. Pendekatan ini selaras dengan saran Claire Wardle bahwa pemerintah harus proaktif mengisi ruang informasi dengan update cepat dan empati, mencegah kekosongan itu dieksploitasi oleh aktor jahat.

Data Kunci Kepercayaan

Tahun 2025 menjadi tonggak penting komunikasi publik melalui pemanfaatan data engagement digital yang akurat dan terbuka. Memanfaatkan data membangun narasi seputar misi diplomasi Presiden Prabowo,lebih dari dua puluh pertemuan penting dengan kepala negara. Dengan misi mengukuhkan prinsip bebas-aktif, menarik komitmen investasi besar, dan memperkuat solidaritas Global South.
Membuktikan tesis komunikasi internasional bahwa di era multipolar, soft power tidak lagi cukup. Dibutuhkan smart power, kombinasi daya tarik budaya, kekuatan ekonomi, dan ketegasan militer yang dikemas dalam komunikasi autentik.

Narasi berbasis fakta berhasil meredam distorsi dan meningkatkan kebanggaan nasional. Data interaksi masyarakat menjadi prinsip kepercayaan stakeholder, dan sumber nilai bagi tatanan hukum dan pembangunan. Dengan branding digital kuat dan pendekatan multi-platform, narasi pemerintah hadir dengan nilai terukur, mempercepat pencapaian cita-cita nasional.

Pilar Layanan Komunikasi

Layanan komunikasi publik di era post-truth bukan bertumpu pada kekuatan salurannya, melainkan pemahaman mendalam terhadap denyut suara hati rakyat melalui nilai-nilai autentik, dan respons inovatif. Menjadi lensa mengawal kebijakan strategis dan program prioritas nasional seperti mengawal program MBG, penanganan kebencanaan di Sumatera, dan diplomasi presiden, sekaligus merevitalisasi landasan filosofis dan ideologis dalam bernegara. Ini cermin daya tahan dan semangat kebangkitan Indonesia untuk beradaptasi, melangkah maju menuju negara paripurna.


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *