NYANYIAN ANGSA
Musikalitas tubuh lantun menurun
Dengung akustik suara gemuruh
Rupa kabur warna bertumpuk
Ranting kering regas bengkok
Jalan tertatih tongkat berayun
Sedepa jarak langkah terhenti
Daun kering dihembus angin
Sengal nafas dada turun naik
Kemarin dijaya tidak dilupa
Taburan bunga cinta
Tepuk sanjung bangga cerita
Mata berair tersisa
Lipatan kulit pigmen menanda
Bicara sendiri terlempar ke udara
Bandung, 22122025

PUISI Lintang Ismaya
POST POWER SYNDROM
Pagi lembaran hari
Geliat semburat di barat
Lapis embun tersisir menipis
Gayung bersambut segar mandi
Rapih diri tidak beranjak
Cermin mendelik menyidik
Menyadarkan sontak di benak
Ingat sudah purna tugas
Senyum kecut duduk diteras
Bandung, 22122025

SAJAK-SAJAK Heni Hendrayani
DINAMIKA KE MUKA
Kita tidaklah mundur ketika kita baru menyadarinya terjeda
Melainkan kesadaran maju melanjutkan langkah yang tertunda
Biasa saja waktu terhenti tersandung masalah
Berhenti merasakan sandungan adalah hal yang lumrah
Atau pemberhentian karena hal hal lain yang menyebabkan beralih
Kesadaran ada dalam di titik nol untuk pulih
Jalan kembali terdorong atau didorong sama saja
Hanya pemahamanlah yang memberi isi sahaja
Tetap melangkahlah walau susah
Diam itu tumpul asah
Bandung, 22122025

PUISI Rachman Sabur
BEBAS TAK BERUANG
Kebenaran bukanlah rak buku
Semata pajangan dari mitos membelenggu
Seperti palu hakim mengeksekusi pidana mati kutu
Yang memenjarakan pikiran di jalan buntu
Dan perasaan menyimpang pandang
Bergengsi menepuk dada bimbang
Belenggu melilit batang leher menegang
Interupsi interupsi pikiran dalam melemah terjang
Rak buku tidak lebih dari titik buram
Mengaburkan awas di lingkaran curam
Sempit ruang sempit luas dalam
Kesadaran timbul tenggelam
Kehidupan tidak terbatas bab
Lebih luas tidak terkurung ruang lembab
Kehendak melampaui sebab
Bersesuaian dengan kemustahilan terjerembab
Hidup tidak sekedar
Terus menerus beredar
Sesuai kehendak siar
Lepaskan diri dari kurungan ruang mercusuar
Bandung, 22122025









