TOPENG BERKEDOK
Mungkin saja itu bukan diri kita sendiri ketika kita mengucapkan atau melontarkan kata yang bijak
Seperti kaum agamawan bersemangat menanamkan provokasi kesalehan
Atau ilmuwan, politikus, seniman, birokrat, teknokrat dan lain posisi yang kita tempatkan
Seperti memainkan kelamin sendiri mengkhayalkan puncak kenikmatan
Lalu terkulai dalam kelelahan berbinar kedip gemintang
Dalam rebahan segala perbuatan memenuhi isi kepala dan dada penuh bimbang
Ribut menuntut kejelasan supaya posisi lebih terang
Dimana kita berdiri atau siapa kamu yang sebenarnya
Perbuatan yang kita raih atau kita lakukan menuntut kejelasan sikap
Kedok yang jadi seolah yang jadi seakan menelanjangi diri sendiri
Terpuruk memencilkan diri sendiri ketitik nol
Gelap penuh keluasan tidak bertepi
Sepi menatap yang digeluti bukan harga jadi
Rumit sendiri telah menghargai harga mati
Segala tidak bernilai dipahami
Absurd !
Bandung, 18122025

PUISI Yesmil Anwar
KESADARAN
Perjalanan malam ke tempat jauh
Naik bertangga tangga perenungan utuh
Pekat malam hening penuh
Mengurai segala gemuruh
Lepas melesat bersama kilat
Berjabat erat dengan sejawat
Pulang kembali dengan selamat
Tempat duduk masih hangat
Titah menemu tuah
Kendali mengekang hasrat rasuah
Sedikit muncul resah susah
Cukup rasa mempermudah sudah
Bandung, 18122025

SAJAK-SAJAK Lintang Ismaya
PUSARA
Lubang galian sendiri telah jadi peristirahatan diri
Bau busuk dari galian menebar jadi tubuh penuh duri
Cikal bakal jadi aib kala tabir terbuka barang sedikit
Dan kesadaran perlahan akan mencium penyebab bangkit
Bisa saja ini terjadi dan bila dipahami
Atau kematian dikenali sebelum maut menelan ke bumi
Meski seumur jamur hidup sebentar berumur
Kehendak sebagian terkubur tidak gugur
Sejenak kuat tekad melepas bangkai
Seluas jagat hidup sesuai
Cuma kenyataan manusia suka lalai
Terbuai kasat delusi terangkai
Galian kita kuburan kita
Mati sebelum maut melata
Celaka perlaya
Bandung, 18122025









