TUMPUL PENA
Seharusnya aku tulis perjalan jauh menembus hutan rimba, atau pengembaraan melintasi samudra, bahkan sepinya biru langit di sertakan pula.
Tapi pena kosong tinta untuk sekadar ceritera, habis di coretan kertas kosong, tidak ada makna untuk dibaca sebagai bahan renungan di kala sunyi menyelami bumi.
Atau setidaknya ada satu kalimat saja untuk cikal bakal menyelam kedalaman. Tidak ! Aku tidak menemukan itu, yang ditemukan jenuh di lokan lokan.
Bagaimana aku bisa hidup dengan tinta yang kosong, kertas penuh dengan coretan yang kering warna dan rupa. Sebagai jalan cerita kala ada, atau kala tiada.
Bandung, 6122017

PUISI Yesmil Anwar
SIMULAKRUM
Aku bukan si Miftah yang menepuk es teh didulang memercik muka sendiri
Atau penjual agama dengan harga murah bertopeng seolah soleh
Aku Denbagus yang belajar dari usungan Suhaji yang Allah muliakan dari hinaan
Aku tidak bisa tertawa terbahak-bahak sampai keluar air mata
Sudah aku baca gesturenya yang hitam aura
Over acting dibalik kaca mata hitam
Karakter satire lama diperankannya dengan darah daging
Melenggang di keseharian
Sehingga tidak bisa disamarkan dengan topeng berlapis-lapis
Aku bermuhasabah dari risalah Rasul
Bahwa norma sosial adalah kepatutan
Suhaji termuliakan dari perundungan
Perundung tersandung tersungkur
Boomerang kembali pada tuannya
Bandung 6122024

SAJAK-SAJAK Galih M. Rosyadi
GEMBOK BATOK
Gembok kepala kita sudah karatan dan belum kerosi
Sampai membukanya pun sangat sulit sekali
Dari masih bayi disuguhi cerita setiap hari
Hingga menembus alam mimpi
Lalu diucapkan sebagai doa jadi resonansi
Cerita berulang ulang telah membentuk pribadi
Mata hati mati dan tidak lepas di luar kendali
Karena cerita telah jadi suci
Kematian berlanjut sampai usia hidup
Atau waktu tidak mengenal kuncup
Kebodohan pun merebut langkah mengurai kabut
Seharusnya kertas putih tidak kusut
Bisa ditulis sendiri tidak terikat terbatas lanjut
Kita telah terjebak permainan spekulasi
Sampai kekonyolan makan durasi
Manusia memang gemar menutupi ilusi
Kapan bisa tidak peduli pada situasi
Gawat gairah diri mati di meja judi
Modal inti tertutupi di kuras batas
Kosong modal energi terkuras
Hidup lepas bebas tergembok
Mengunci rapat ruang mabok
Ucapkan selamat atas matinya batok
Bandung, 7122025

PUISI Jose Rizal Manua
SEBUAH JALAN SEMESTINYA
Puisi itu hal yang rumit
Sependek kata yang melilit
Membuka akal dan renung
Dikepulkan dari dupa ruang tenung
Hembusannya menusuk sampai tulang sumsum
Membuka gembok akal dan hati yang telah dirangkum
Bahkan membatalkan pola pola yang sudah mengakar turun temurun
Membongkar kerusakan kerusakan yang sudah jadi daging pelantun
Puisi itu penelanjangan gaun hasil kalang kabutnya pemaksaan patuh tanpa reserve
Dari kaburnya pengetahuan, agama, budaya, seni, sampai moral bermassa masive
Puisi memerdekakan diri dari jahatnya paham
Yang sudah menabur kekacauan dunia dalam
Maka puisi asal jadi memperparah fitnahnya perenungan
Menggali asal muasal keruh kubangan
Membersihkan dari segala waham penggembokan najis prasangka
Darah daging dikembalikan pada tempat tidak berjangka
Puisi adalah kembalinya pada kosong
Menerjang segala yang bolong
Bandung, 7122025









