“Salah satu hal paling menonjol dari filsafat ilmu adalah ilmu itu sendiri.”(Source: kosapoin.com/kerendahan-hati)
Saya merasa beruntung mendapat pengajaran filsafat ilmu dari seorang guru besar ternama; Profesor Conie Semiawan.(Source: kosapoin.com/kerendahan-hati)
Beliau pernah mengatakan; bahwa musuh utama ilmu adalah kesombongan, ia penghalang “epistemologis” yang membunuh rasa ingin tahu.(Source: kosapoin.com/kerendahan-hati)
Kalimat sederhana itu mengungkap kedalaman makna tentang sikap “sombong” dan “ilmu” sebagai senapan ampuh untuk melawan.(Source: kosapoin.com/kerendahan-hati)
Ilmu bukan hanya tumpukan dalil dan teori yang disusun dalam narasi, tapi pancaran pengetahuan yang senantiasa menyinari hati yang lapang.(Source: kosapoin.com/kerendahan-hati)
Orang sombong hatinya sempit, kerap terperangkap dalam egonya sendiri, menolak kebenaran sejati, menganggap pandangannya mutlak benar, meski berdiri sendirian.(Source: kosapoin.com/kerendahan-hati)
Pikirannya bagai bejana yang sudah penuh sesak, tak mampu menampung hal baru, sehingga pengetahuan mandek dalam sesat logikanya.(Source: kosapoin.com/kerendahan-hati)
Ini mengingatkan pada konsep “intellectual humility” dalam “sains modern”, di mana riset “epistemic humility” membuktikan: mereka yang rendah hati lebih terbuka pada koreksi, kritis terhadap bias, dan inovatif.(Source: kosapoin.com/kerendahan-hati)
Ilmu tak berkembang di otak kesombongan, ia bertumbuh di ladang kerendahan hati.
Seperti kata Socrates, “Satu hal yang aku tahu adalah bahwa aku tak tahu apa-apa.”(Source: kosapoin.com/kerendahan-hati)
Dalam dialog Platonis, Socrates bahwa kesadaran akan keterbatasan pengetahuan, adalah fondasi kebijaksanaan sejati, tanpa mengakui ketidaktahuan, ia terjebak dalam ilusi keunggulan semu.(Source: kosapoin.com/kerendahan-hati)
Socrates mengajarkan, kerendahan hati bukan kelemahan, syarat untuk membuka dialog dan kemajuan berpikir.(Source: kosapoin.com/kerendahan-hati)
Perlu introspeksi tajam: apakah kita bersedia menjadi bejana kosong yang siap diisi, atau bejana penuh ego yang menolak segala rupa kritik?(Source: kosapoin.com/kerendahan-hati)
Untuk berilmu, maka kosongkan diri, tinggikan kebenaran di atas ego. Tanpa itu, pengetahuan hanya fatamorgana, dan kemajuan ilmu akan terhenti oleh tirani kesombongan.(Source: kosapoin.com/kerendahan-hati)
“Kultivasi humility intelektual”, kemampuan mengenali keterbatasan, adalah kritik diri, demi pribadi yang terus bertumbuh.(Source: kosapoin.com/kerendahan-hati)
Jakarta, 19 Oktober 2025(Source: kosapoin.com/kerendahan-hati)

NARASI ZAMAN
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown








