SAJAK-SAJAK Ayie S. Buckhary

sajak

DI UNIVERSE

Setidaknya ada jejak lewat
Menandai tapak padat
Bahwa pernah hidup sebagai isyarat
Lalu bila tidak lagi berjabat
Maka perjalanan tidak pernah tamat
Beralih pada dimensi ke empat
Untuk terus lebih merapat pada yang lebih dekat

Bila satu frekuensi tentu akan terhubung
Dalam kedekatan jelas tersambung
Tidak berjeda barang seujung
Energi mana pernah terkurung
Selain berubah wujud dukung
Signal dari kecepatan cahaya hurung
Itu tempat bernama sanjung

Jutaan bahkan milyaran ukuran tahun
Akhirnya pula di jagat rapi tersusun
Ambang luas tidak terbatas dusun
Aurora permainan rupa anggun
Maka semua ceria memutar ungun
Segala jelas terbangun
Lega sudah tidak lagi menyamun

Bandung, Rabu 3172024

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

JADI YANG TAK TERBATAS

Setajam pena yang terjulur dari jutaan seluler benak
Sejengkal langkah membawa diri tegak
Spirit intip bima sakti gelap benderang
Tali temali bintang-gemintang
Selesai sudah waktu ruang

Bandung, Rabu 3172024

PUISI Ayie S Bukhary
Baca Tulisan Lain

PUISI Ayie S Bukhary

KE PESTA RAYA

Baca dan membaca nyata di hadapan kita sebelum buram merata
Jangan membiarkan hilang sepatah kata
Itu semua harta milik kita yang mesti dipelihara
Kemarin tidak ada esok lain cerita

Sekarang ruang jelas dan luas
Keberadaan garis tebal tegas
Mulia dan terhina sekarang jelas

Terkupas maka jadi bertubuh
Semakin sempat berlabuh sauh
Semakin luas bahtera labuh

Tempat kita tidak maya
Semata buat kita jagat raya
Tidak pernah hilang daya

Segala berselera pesta ria
Jangan pernah hilang selera
Bila mau ikut perjamuan sejahtra
Semoga

Bandung, Rabu3172024

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

ORANG ORANGAN SAWAH

Seperti anjing kampung memakan tai
Kelezatan tiada banding lahap disantap
Terhidang di meja perjamuan aneka vitamin dan gizi
Mereka tidak peduli kurang selera
Perumpamaan si najis dan si bersih
Yang gemar menelan fitnah tanpa reserve
Dengan si sadar yang kaffah menelusuri sumber
Mengolah manfaat untuk hikmah dan kebijakan sikap
Jauh panggang dari api
Mana matang akan terjadi
Itu kita yang gemar verifikasi suara terbanyak suara Tuhan
Kotor dari validasi
Instan dilahap tanpa mengunyah
Mengakibatkan penyakit hati
Iri dan dengki mumpuni
Hanya kita sendiri golongan yang patut
Intelektualitas tergadai pada pemuja berhala
Tumpul pencarian dan perenungan
Lupa gairah penggalian sampai dasar
Gelombang rendah
Frekuensi sekoma
Itu kita tercucuk hidung
Pengikut arus luar pembawa sampah dan limbah
Terhenti ke ilir ketika sandungan menghalang
Sementara arus dalam deras menunggu peselancar terlatih
Kita siapa ?

Bandung, 3172025

PUISI: Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI: Yesmil Anwar

EPIDEMI SUNYI

Mengingat dalam kesadaran diri penuh
Dan menjadikannya sebuah pijakan kokoh
Seperti halnya penyerahan diri tanpa reserve
Itu lebih punya tempat di ranah Illahi Robbi
Ketimbang sujud pada taqlid buta
Dan pikiran hilir mudik kedalam arus popularitas
Pencitraan dalam kenyataannya buih yang terombangambing gelombang pasang
Ketika sampai pada buritan bekas pun tidak tampak
Jejak aus disapu angin sepoi
Jangankan badai dihembus pun tak bertahan
Disanalah letaknya akal kesadaran hilang
Kesembuhan total sepertinya harus berani mencabut akar serabut
Menanam kembali kesadaran dengan benih yang berakar tunggal menghujam kedalaman
Tentu tumbuh dengan kuat berdaun rindang
Berbuah ranum pada setiap cabang
Rupanya pupuk justru otomatis menyertainya
Yang memetik Nur Illahi kita sendiri
Cahaya kesadaran memang menerangi sampai berbatas gelap

Bandung,2972025

PUISI Hermana HMT
Baca Tulisan Lain

PUISI Hermana HMT

SOLILOKUI

Untuk Aku mungkin perjalanan ini terlalu jauh
Sehingga menelanjangi diri sendiri melebihi ekspektasi
Hal sakral pun porak poranda pada pemikiran paling binal
Paling ingkar seperti zaman pergolakan sebelum kesadaran lahir
Hingga kesadaran mempunyai tempat dalam kesepakatan yang diinstitusikan
Dan dilafalkan pada keseharian jadi rujukan setiap kali bernegosiasi
Aku tidak merasa nyaman menjalani semua ini
Aku ingin pulang kedalam diri seperti kembalinya anak hilang yang rebahan di rumah yang bernama home sweet home
Terlalu terjal jalan berkelok lagi berkerikil
Jalan mengerut mengecil di ujung pandang
Gelap berlapis tebal
Atau mungkin itu jurang tidak berkesudahan
Aku ingin pulang kedalam setelah lama broken home
Sendiri di dalam paling sunyi
Terluka dari aneka tafsir
Aku ingin pulang kedalam dengan utuh
Seperti manusia bersih dari lusuh
Aku masih rusuh

Bandung,2872025

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *