Kalau semisal kita punya ide, gagasan, wacana, dalam, tentang, mengenai hal apapun jika kemudian dari maksud itu adalah untuk melakukan upaya pengelolaan yang dimaksudkan untuk memberikan kemaslahatan bagi siapapun itu lantas apakah bisa langsung diterima begitu saja?
Atas dasar apa aku harus percaya jika kemudian saat menggunakan semua tentang itu bisa memberikan efektivitas yang lebih dalam nilai kemaslahatannya? Kiranya, yang lebih percaya di society itu bukanlah ahli konsep, melainkan syarat utamanya adalah yang pernah ngalamin, dan melakukan.
Teknisi, teknokrat, sangat banyak dibutuhkan. Sebab meuncit hayam jang ngaliwet di pos kamling itu, pakai praktek bukan teori dan konsep. Yang teknisi, tentunya lebih faham konsep dan teori. Dibanding saya, yang berdasarkan teori tanpa laku.
Tapi, setidaknya kalau berbicara sama teknisi lebih nyambung. Daripada berbicara sama yang bukan teknisi, dan tidak faham juga akan teorinya. Maka, yang paling bisa saya saranin, kamu mlaku aja dulu. Nanti juga orang lain lihat”, tegas seorang yang bekerja di salah satu perusahaan bahan peledak.
“Jadi, intinya kita harus buat ledakan dulu yah, nanti responnya bagaimana? Terserah!”
“Kerjaanku, taruhannya nyawa. Kalau aku lengah sedikit, yah gawat!” pungkasnya. []









